Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

Lebih Dari Yang Diharapkan



Bacaan:

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah ... - I Korintus 2:9



Salah satu kunci meraih kebahagiaan di dalam dunia ini adalah dengan memberikan lebih dari yang diharapkan. Untuk bisa melakukan hal ini, jelas kita harus bebas dari sifat egois dan kikir. Ini semakin mempertegas mengapa orang yang pelit tidak akan pernah merasa berbahagia di dalam hidupnya. Kita mulai dari Allah. Seandainya Dia hanya memberikan kepada kita anugerah keselamatan, saya rasa itu lebih daripada cukup. Namun tak hanya itu, berkat-berkat lain juga diberikan kepada kita. Bahkan, apa yang tidak pernah kita lihat, apa yang tidak pernah kita dengar, dan apa yang tidak pernah timbul dari hati kita, itu semua disediakan Allah bagi kita. Jelas Dia memberikan lebih dari yang kita butuhkan dan lebih dari yang kita harapkan.

Perusahaan yang sukses biasanya selalu memberi “nilai tambah” kepada klien atau konsumennya. Yang jelas, mereka tidak hanya memberi seperti yang diharapkan, tapi memberi lebih dari itu. Pekerja yang sukses dalam karir juga selalu memberi kontribusi lebih dari yang diharapkan perusahaan. Pasangan yang sukses membangun rumah tangga juga pasangan yang selalu memberikan kasih sayang dan perhatian lebih dari yang diharapkan oleh pasangannya. Prinsip ini juga berlaku dalam pelayanan. Jika Anda adalah pemimpin rohani, atau sebut saja pendeta, sudahkah Anda memberikan yang terbaik kepada domba-domba Anda? Tidak hanya sekedar rumput untuk makanan rohani mereka, tapi benar-benar padang rumput yang hijau untuk mereka.

Michael Jordan, legendaris basket dunia, pernah ditanya kunci keberhasilannya, dan dia menjawab seperti ini, “Saya memiliki harapan yang lebih besari daripada harapan orang lain terhadap diri saya. Ketika pelatih meminta saya berlatih tiga kali seminggu, saya akan berlatih lima kali. Ketika pelatih berharap saya dapat mencetak 15 angka dalam setiap pertandingan, saya akan mencetak 36 angka! Itu sebabnya saya menjadi yang terbaik di dunia.” Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memberi lebih dari yang diharapkan?

Loyalitas/ Produktifitas











Bacaan: Titus 3:1-14

...untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.- Titus 3:14


Terkadang saya cukup sebal mendengar seseorang yang membanggakan diri dengan lamanya dia bekerja di sebuah perusahaan. Menunjukkan diri sebagai karyawan paling loyal di perusahaan itu. Jangan salah sangka, saya bukannya tidak menghargai arti sebuah kesetiaan. Kesetiaan yang dibuktikan dengan lamanya waktu bekerja memang penting. Tanpa hal ini perjalanan pun akan tersendat-sendat, bahkan bisa-bisa menjadi kacau dan yang pasti, ritme perusahaan menjadi kacau. Saya acungi jempol kepada mereka yang telah teruji secara waktu.
Namun ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekedar kata loyalitas saja, hasil kerja dan produktifitas! Apa gunanya kita membanggakan loyalitas kita yang berpuluh-puluh tahun tetapi sebenarnya tidak ada sesuatu yang dihasilkan sama sekali? Apa gunanya mendapat penghargaan sebagai karyawan paling loyal namun kita tidak pernah memberi dampak kepada perusahaan?
Tidak jarang kita bertemu dengan seseorang yang baru bekerja satu dua tahun dalam sebuah perusahaan. Namun, meski demikian prestasi kerjanya sangat membanggakan. Ia tak hanya menyelesaikan tugas dengan baik saja, tetapi ia juga mendukung kemajuan perusahaan. Laju perusahaan pun melaju cepat di tengah persaingan bisnis yang makin kompetitif. Langkah-langkah strategis yang ia ambil menentukan arah perusahaan yang makin efektif. Cara berpikirnya memberi warna tersendiri bagi perusahaannya. Menjadi kreatif dan inovatif sehingga kemajuan perusahaan pun terlihat dengan jelas!
Saya sangat yakin bahwa para owner akan berebut mendapatkan pekerja yang seperti ini, dibandingkan dengan pekerja yang memiliki stempel "loyalitas" saja. Jika Anda seorang yang sanggat bangga dengan stempel loyalitas yang Anda miliki, saya usulkan agar Anda juga bangga dengan stempel "kualitas kerja dan produktifitas". Orang dihargai bukan hanya dilihat dari sudut pandang loyalitas saja, tapi juga dari produktifitas kerjanya.
Orang dihargai bukan hanya dari loyalitas saja tapi juga produktifitas.

Wednesday, May 29, 2013

Merawatmu di Usia Senja

Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor diUniversitas Internasional Columbia dengan alasan merawat istrinya Muriel yang sakit alzheimer yaitu gangguan fungsi otak.Muriel sudah seperti bayi,tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk makan,mandi dan buang airpun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dgn tangannya sendiri,karena Muriel adalah wanita yg sangat istimewa baginya.

Pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran, Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, sehingga Robertson kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, "Apa gunanya

saya memukulnya,walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah,saya belum pernah menyentuhnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya,saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan." Tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.

Pada tanggal 14 Februari 1995, hari itu adalah hari istimewa untuk Robertson dan Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel.Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikatMu. Amin."

Pagi harinya, ketika Robertson berolahraga dengan menggunakan sepeda statisnya,Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson. Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara, memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku ... sayangku ..." Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. "Sayangku, kau benar2 mencintaiku bukan ?" tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robertson, Muriel berbisik, "Aku bahagia !" Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.

Tuesday, May 28, 2013

Keberanian Yang Sejati

KeberanianSaya membaca sebuah cerita, seorang pengusaha sedang merekrut karyawan, ada 3 kandidat, bos berkata kepada calon pertama, dikoridor terdapat jendela kaca, coba engkau hancurkan kaca tersebut dengan kepalan tanganmu. Calon pertama melakukan perintah itu, sungguh beruntung kaca tersebut bukan kaca sungguhan, jika tidak tangannya akan terluka parah.
Bos berkata kepada calon kedua, disini ada seember air kotor, siramkan air tersebut kekepala seorang pelayan kebersihan, sekarang dia sedang beristirahat dikamar kecil diujung koridor, engkau jangan berkata apapun, setelah masuk ke kamarnya siramkan diatas kepalanya. Calon kedua ini mengangkat ember air kotor tersebut, berjalan ke kamar kecil  mendorong pintu masuk ia melihat memang ada pelayan kebersihan sedang beristirahat, lalu tanpa berkata apapun menyiramkan air tersebut ke kepala pelayan kebersihan, lalu langsung lari dari tempat itu, pergi melapor kepada bosnya, bos mengatakan bahwa orang yang sedang beristirahat dikamar kecil adalah patung lilin.
Bos berkata kepada calon ketiga, diruang aula ada seorang lelaki gendut, pergilah tinjulah wajahnya dengan keras 2 kali. Calon ketiga ini menjawab maaf, saya tidak mempunyai alasan meninjunya, walaupun mempunyai alasan saya tidak akan menggunakan tinju, karena alasan ini mungkin anda tidak akan memperkerjakan saya, tetapi saya tidak bisa menjalankan perintah yang tidak masuk akal ini.
Pada saat ini bos mengumumkan dia akan mempekerjakan calon ketiga, atas dasar karena dia adalah seorang yang pemberani juga seorang yang rasional. Dia mempunyai keberanian menolak melakukan perintah bosnya yang tidak masuk akal, sudah pasti dia juga akan menolak perintah orang lain yang tidak masuk akal.
Jenderal de Gaulle juga pernah bertemu dengan orang pemberani seperti ini. Ditahun 1965, terjadi keributan di Paris Perancis, mahasiswa dan rakyat turun ke jalan demonstrasi menuntut pengunduran diri presiden Charles de Gaulle, akhirnya Charles de Gaulle terpaksa mengungsi ke kota Baden di Jerman, dia lalu pergi ke markas meliter Jerman meminta bantuan kepada komandan pasukan Jerman membantunya meredamkan para pemberontak yang terjadi di Paris. Tetapi dua kali dia ditolak oleh komandan pasukan Jerman tersebut, serta membujuk de Gaulle menyerah saja. Akhirnya de Gaulle sangat berterima kasih kepada komandan pasukan Jerman ini, memuji komandan tersebut adalah seorang pemberani yang berani menolak melaksanakan perintahnya.  Ia juga menulis surat kepada istri komandan tersebut mengatakan bahwa atas bantuan Tuhan ketika dia sedang tidak berdaya datang ke Baden, dan atas bantuan Tuhan juga dia bisa bertemu dengan komandan ini, jika tidak, ia mungkin akan menjadi orang yang dikutuk dalam sejarah.
Hanya satu definisi keberanian, tetapi kinerja berani ini mungkin bisa bervariasi. Diantara 3 kandidat, 2 yang terdahulu dengan tegas melaksanakan perintah bosnya, beranggapan itu adalah hal yang wajar, walau bagaimanapun itu adalah perintah dari bos; tetapi kandidat yang terakhir dengan berani menolak melaksanakan perintah bosnya yang konyol, layak dipuji. Sedangkan komandan pasukan Jerman berani menolak perintah dari presiden de Gaulle yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak-hak azasi manusia. Itu sangat terpuji. Jadi berani atau tidak berani, bukan hanya tindakan ekspresi, didalamnya termasuk moral dan rasional, sedangkan keberanian yang irasional adalah keberanian yang tidak bermoral,  seperti seorang picik yang tidak berotak.
Didunia ini, keberanian adalah orang yang berani menjalankan perintah lebih banyak daripada orang yang berani menolak perintah. Hal ini karena mereka yang berkuasa umumnya mencoba mempromosikan, mengembangkan, memproduksi implementasi mutlak berani menjalankan perintah ini, Sedangkan yang berani menolak perintah yang tidak masuk akal mereka akan menjadi sumberkebencian,walaupun hal-hal tersebut jelas-jelas salah, hal-hal tidak masuk akal, anti-moral, melanggar hukum dan disiplin, tetapi karena yang memerintahkan adalah mereka yang berkuasa, dan mempunyai kekuasaan, maka orang “berani”melakukannya. Dengan “berani” melakukannya.
“Berani” sebenarnya sebuah perkataan memuji, didalamnya mencakup karakter yang baik. Bahkan orang tua ketika mendidik anaknya selalu mengatakan menjadi seorang anak baik yang pemberani. Tetapi juga ada keberanian yang non-premis. Tidak bisa membedakan yang benar dan salah, tidak rasional mengeksekusi perintah adalah keberanian yang mengerikan, dan merupakan sebuah keberanian yang tolol. Menegakkan kebenaran, berani berjuang, memberontak terhadap hal yang irasional adalah keberanian yang sejati dan terpuji. 

Sunday, May 19, 2013

Aku Berubah Hanya Karena Dia

Dalam harian bahasa Mandarin "The Liberty Times" muncul sebuah tulisan kecil namun menarik perhatianku. Judul tulisannya berbunyi: "Aku berubah hanya karena dia". Penulisnya adalah seorang wanita yang mengisahkan bagaimana pertemuannya dengan seorang cowok telah mengubah cara hidupnya di masa silam, dan lebih lagi telah membantunya untuk sungguh menjadi seorang feminine. 

"Sejak kecil aku selalu senang mengenakan pakaian cowok, mengenakan celana jeans, rambut dipotong pendek. Beberapa kali saya membangun persahabatan dengan lawan jenis. Namun lima pacarku pada akhirnya selalu saja menolak aku dan cerai karena aku kurang menunjukan sikap feminine. Namun sejak aku bertemu dengan 'dia' aku kini sungguh telah berubah. Sejak kecil aku tak pernah menyukai warna merah muda. Namun demi 'dia' saya mulai menyukai segala yang berwarna merah muda, mulai dari warna hand phone, pakaian, bahkan tali pengikat rambut. Sejak kecil aku senang memakai sepatu sport. Namun sejak bertemu dengannya saya sudah menjelajahi semua toko yang menjual sepatu yang bertumit tinggi. Sering kakiku lecet karena harus mengenakan sepatu kulit, tetapi saya menahan semua rasa sakit itu. Saya adalah seorang yang takut kedinginan, dan lebih senang memakai celana jeans panjang. Namun hanya karena 'dia' walaupun udara dingin, saya mulai memakai rok walau kadang aku harus diserang flu. Berbagai jenis rok, mulai dari jenis sutra hingga rok jeans mulai aku beli. Ini terjadi sejak saya bertemu dengannya. Dulu saya tak senang menggunakan parfum. Namun kini aku mulai belajar bagaimana harus memilih jenis minyak wangi, aku mulai belajar bagaimana harus merias diri. Hanya karena 'dia' aku kini telah berubah. Aku kini telah berubah menjadi lebih baik dari dulu, aku kini berubah menjadi seorang yang sungguh-sungguh perempuan, hanya karena 'dia'." 

Dalam bacaan yang diambil dari Kisah Para Rasul 20:17-27, kita mendengar bagaimana Paulus berkisah tentang nasib yang pernah dan akan menimpa dirinya. Ia menasihati jemaat yang datang bertemunya di Miletus untuk bertekun mewartakan pertobatan kepada orang Yahudi dan Yunani sebagaimana telah diperbuatnya sendiri. Dan kini oleh desakan Roh, Paulus akan beralih menuju Yerusalem walaupun ia sendiri tahu apa yang akan terjadi atas dirinya di Yerusalem. Roh Kudus telah menyatakan kepada dirinya bahwa penjara dan sengsara telah menantikan kedatangannya di Yerusalem. Namun demikian Paulus tidak merasa takut. Paulus tidak melarikan diri, ia tidak mengelak. Ia dengan berani memasuki kota abadi Yerusalem, dengan berani menghadapi dan menerima tantangan tersebut. 

Kita mengenal siapakah Paulus ini sebelumnya. Dahulu ketika Paulus masih menyandang nama seorang 'Saulus', ia adalah seorang musuh orang-orang Kristen. Ia adalah musuh para pengikut Kristus. Ia dengan berbagai cara telah berusaha agar kelompok kristen dibekukan, agar mereka tidak membuka mulut dan bersaksi tentang Yesus yang bangkit. Ia telah memberikan peritah untuk merajam Stefanus dengan batu hingga mati. Itu adalah kisah masa silam tentang Paulus. Namun saat ini ia telah berubah. Dan apa yang telah membantu perubahan mendasar dalam diri Paulus? Sama seperti tulisan kecil di atas, Paulus telah menjawab bahwa 'DIA' (Yesus yang bangkit) telah mengubah dirinya. Hanya karena 'DIA' Paulus kini berubah. Hanya karena 'DIA' Paulus kini bersedia menerima hukuman penjara, bahkan rela menerima ajalnya di ujung sebilah pedang. Hanya karena 'DIA'. 

Apakah akupun telah ikut berubah? Apakah anda juga telah ikut berubah seperti Paulus? Apakah 'DIA' telah menjadi kekuatan yang bisa meluluhkan kekerasan bathin kita dan bangkit berdiri dan secara tegas bersaksi tentang 'DIA' yang bangkit? Semoga kitapun boleh berkata; Hanya karena 'DIA' saya kini telah berubah.

1001 Burung Kertas


Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.

Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “

Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “ Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.

Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.

Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.

Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.

Reo membaca surat itu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo................................

July “ Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita

Diceritakan ulang oleh


Thomas KMK St Petrus

sumber : http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Cerita&table=isi&id=786&next=0

Aku dan Sahabatku

Ini adalah kisahku tentang sahabatku.... 

Aku punya seorang sahabat yang selalu menemaniku, kemanapun aku pergi. 
DIA sangat baik padaku, DIA mengajariku dalam banyak hal. 
DIA menghiburku saat aku sedih, dan megusap air mataku, kala ku menangis. 
DIA menuntunku saat ku lemah, dan menggendongku saat ku tak mampu lagi tuk melangkah. 
DIA ada, dan selalu ada untukku, bahkan saat yang lain meninggalkan aku. 

Tapi sayangnya, aku tidak pernah berterimakasih pada-NYA. 
Aku selalu menyakiti hati-NYA. Jika terjadi sesuatu dengan diriku, aku selalu menyalahkan-NYA. 
Aku sering berteriak pada-NYA, walau aku tahu DIA ada di dekatku. 
Berkali-kali aku marah pada-NYA dan tidak mau bicara pada-NYA. 

Kadang aku menyesal dengan semua sikapku. 
Kadang aku menangis dan berjanji, tidak akan mengulanginya lagi. 
Tapi anehnya, aku selalu melakukannya lagi...lagi dan lagi... 

Ya,, aku memang sahabat yang tidak tahu berterimakasih. 
Tapi DIA, sahabatku itu tetap memilih aku menjadi sahabat-NYA. 
DIA menolak untuk meninggalkan aku. 
Aku heran dan aku bertanya pada-NYA. 
Apa alasan-NYA menolak meninggalkan aku ??? 

Inilah yang DIA katakan padaku : 
'' oleh karena engkau berharga dimata-KU dan mulia , dan AKU ini mengasihi engkau..''(YES 43:4a) 
'' Lihat AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU..'' (YES 49:16a) 

Allah tidak akan menyia-siakan umat yang patuh kepadaNya


Pengalaman iman ini benar-benar luar biasa aku alami. Aku pernah membuat keputusan sendiri dan berjanji dalam diri sendiri: " bahwa tidak akan pernah lagi memberikan pinjaman uang kepada siapapun dengan alasan apapun" hal ini timbul karena sudah sering mengalami kebohongan dari si peminjam, baik dari keluarga sendiri maupun teman/sahabat, karena seringkali terjadi meminjamkan dan tidak kembali/hangus. tekad dan janji dalam hati untuk tidak memberikan pinjaman kepada siapapun dengan alasan apapun cukup lama aku terapkan dalam hidupku.

namun pada suatu hari ditahun 2008 aku ikut kegiatan KEP (kursus evangelisasi pribadi) yang diselenggaran oleh paroki kami. Pada saat mengikuti ujian akhir KEP sekaligus diadakan rekoleksi. didalam acara tsb ada kegiatan pencurahan roh kudus, namun sebelumnya semua peserta harus mngakui dosa terlebih dahulu di hadapan imam. Dalam pengakuan dosa inilah aku mencoba minta ampun kepada Tuhan Yesus yang salah satunya adalah kekerasan hatiku yang enggan memberi bantuan kepada orang lain dalam bentuk meminjam uang kepada yang memang membutuhkan.
singkat cerita; setelah 1 minggu berlalu, tengah malam sekitar jam 23.00 wib HP ku berbunyi, sebelum ku angkat dalam hati bertanya jangan2 ada masalah apa ya malam2 begini ada yang telepon?? ternyata dugaanku benar, keluarga dari kota lain meminta bantuan pinjam uang rp 15 juta, katanya dia menabrak orang waktu nyetir mobil dan pihak keluarga yang ditabrak minta ganti rugi rp 25 jt dan keluargaku ada uang cuma rp 10 jt. disitulah saat yang sangat sulit bagi aku, dan dalam hatiku bergejolak antara mengatakan sanggup atau mengatakan tidak punya uang, padahal aku bisa mengupayakan uang sebesar itu.
karena pengalaman buruk meminjamkan uang tanpa kembali tetapi aku sudah mengaku dosa untuk berubah sikap. Betul2 dalam kebimbangan. Namun suara Tuhan mengalahkan suara iblis, akhirnya aku jawab " besok aku upayakan tranfer, smskan no.rekeningmu" jawab aku di hp.

Akhirnya uang yang diminta aku transferkan namun aku minta dia bisa kembalikan secara cicilan aja biar tidak berat, dan disanggupi oleh dia.
ternyata pengalaman buruk terjadi lagi padaku, setelah pinjam uang dia hanya 1 kali mengangsur sbs rp 1 jt dan sisanya tidak ada bekas dan sampai saat inipun tidak pernah menghubungi aku lagi dan tidak tahu kabar berita keberadaannya dimana, dan setelah aku berupaya cari tahu, ternyata dia memang bohong, karena dia tidak bisa menyetir mobil, bagaimana bisa menabrak orang. itu hanya alasan saja supaya bisa mendapatkan uang, ternyata dia kalah main saham. tapi dalam hatiku aku sudah mengiklaskan kehilangan uang tsb dan tidak akan mengingatnya lagi.

ternyata Allah sungguh Maha mengetahui, 3 bulan sejak kejadian tanpa diduga dan disangka saya diminta menjualkan tanah milik teman dan ternyata ada pembeli yang mau membeli tanah tsb, dan akhirnya dari hasil transaksi jual-beli tanah tsb saya mendapatkan komisi yang besarnya 1,5 X dari jumlah uang saya yang hilang.
disini saya mau sharingkan : bahwa kita kalau benar2 melaksanakan perintah/teladanNya, pasti dan yakin tidak akan sia2. mengutik dari :
"Amsal 3 : 1-2" : Hai anakku janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihat perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. ......... amin


paulus sinkiang



sumber : http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Cerita&table=isi&id=1560&next=0


Aevo, si Pendaki Gunung

Bercerita tentang seorang pendaki gunung yang bernama Aevo, yang memaknai hidup dari perjuangan yang dia lakukan. Hampir seluruh waktu dalam hidupnya dipakai untuk menaklukkan gunung-gunung yang menjulang tinggi, hanya untuk melihat pemandangan mana yang terindah. Semakinn tinggi gunung yang dia taklukkan, semakin indah pemandangan yang ia dapatkan. Hingga pada suatu kesempatan,Aevo memutuskan untuk mendaki sebuah gunung yang amat tinggi. Aevo merasa itulah gunung tertinggi yang pernah ia hadapi. Dalam hati Aevo ada ketakutan,hal yang selalu datang dalam hatinya setiap akan mendaki sebuah gunung. Seperti biasa pula, Aevo berusaha menenangkan hatinya. 

Setelah merasa cukup tenang,Aevo mulai melangkahkan kaki, selangkah demi selangkah. Mendaki gunung yang akan menghadiahi dia banyak tantangan dengan bekal seadanya. 

Tidak terasa, Aevo sudah mendaki seperempat dari gunung tersebut. Aevo melihat sejenak ke belakang, jalan yang sudah ia lalui. Dalam pikirannya, dia berkata, "Ah, masih belum jauh." Sambil terus melangkahkan kakinya. Sampai langkahnya harus terhenti oleh seekor ular yang berjalan di hadapannya. Sesaat Aevo panik, dan ingin menghindar. Namun, sedikit gerakan tubuhnya, menyadarkan ular tersebut akan kehadiran Aevo di sekitarnya. Ular tersebut memandang Aevo yang sedang berusaha tenang, dan ternyata ketenangan Aevo akhirnya membuat ular tersebut pergi. 

Aevo melanjutkan perjalannya dengan sisa bekal yang masih ada. Ketegangan karena ular tadi cukup membuat Aevo kehilangan tenaga. Kini Aevo sampai di posisi tengah dari gunung tersebut. Saat Aevo sadar akan posisinya, ada ketakutan muncul kembali dalam hatinya. Betapa jauh dan terjalnya jalan yang sudah ia lalui, dan yang masih akan dia jalani. Ditambah dengan bekal yang sudah sangat menipis. Aevo takut akan mati di tengah jalan. Sesaat kembali Aevo duduk dan mengumpulkan semangat, kembali pada motivasinya. Setelah yakin, Aevo kembali melangkah. Dia mulai dapat melihat pemandangan yang indah namun masih buram. 

Sampailah Aevo pada tiga per empat bagian gunung itu. Ada pemandangan yang sangat mengerikan. Terdapat beberapa tulang belulang manusia di sana. Yang mungkin tewas saat mendaki dunung tersebut. Segera Aevo membuka bekal dan terkejut. Tinggal sepotong roti di sana. Pikiran Aevo terguncang, takut akan kematian yang ada dalam benaknya. Namun saat memandang ke bawah, Aevo sadar, sudah terlalu jauh. Saat memandang sekelilingnya, Aevo mulai melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat, namun masih buram. Dan saat ia memandang ke atas, dia sadar, tinggal beberapa langkah lagi. Segera Aevo menghabiskan roti itu, dan dengan tekad bulat memutuskan akan mendaki gunung tersebut sampai tuntas. 

Langkah-langkah Aevo terus bergantian, walau lelah sudah tak terkatakan lagi. Aevo terus berusaha, walau terjatuh beberapa kali. Naik, naik, dan terus naik. Sampai Aevo melihat sebuah hamparan tanah datar, dan Aevo kembali terjatuh. Jatuh dan tak sanggup untuk bangun lagi. Aevo mencoba membuka mata dan melihat pemandangan yang sangat indah dan jelas. Keindahan dunia di bawah sana. Warna-warni yang dihasilkan dengan sangat harmonis oleh alam. Aevo sampai di puncak gunung. Gunung tersebut telah takluk. Aevo mengucap syukur, dan dengan pasrah menyerahkan tubuhnya, menyerahkan kelelahannya pada Sang Pencipta. Dia mati. Mati dalam kepuasan hidup. Mati dalam pengertian akan perjuangan hidup dan warna-warni kehidupan. Dedu dan tanah gunung menjadi selimut untuk tidur panjangnya. Eidelways sebagai hiasan dan batu gunung sebagai batu nisannya. 

Inilah gambaran kehidupan yang akan, atau sedang, atau mungkin yang seharusnya kita alami. Tetaplah berusaha, yakin pada tujuan hidup kita. Percaya bahwa dari setiap perjuangan akan ada hasil. Sehingga kita pun dapat menghargai hidup kita, dan semakin percaya bahwa Tuhan akan selalu ada dalam hidup kita. Yang akan menghargai setiap usaha dalam hidup kita sesuai harga yang telah Dia tentukan. Sampai akhirnya kita pergi dari dunia dengan kepuasan hidup, dan yang terutama kelepasan yang sesungguhnya.

Ada Suatu Kejadian Dimasa Kanak-Kanak


Ada suatu kejadian dimasa kanak-kanak:

Pada suatu waktu anak-anak sedang duduk-duduk didatangi oleh seseorang yang tidak terlalu muda dan belum terlalu tua dan kita sebut saja bapak. Kemudian bapak tersebut memanggil anak-anak untuk datang sambil mengeluarkan setumpuk kartu remi. Setelah anak-anak berkumpul, bapak tersebut berkata bisakah melihat apa yang bapak lakukan, dan anak-anak berkata bisa pak.
Kemudian bapak tersebut mengocok kartu remi, mengambil dan membuka satu lembar kartu dan diletakkan disebelah kiri dan yang lainnya dipegang ditangannya.

Jika satu lembar kartu tersebut menunjukkan angka 3, maka ia menambahkan dengan kartu yang dipegangnya satu per satu sampai menjadi 10 (angka 3 yang muncul dari satu lembar kartu + 7 kartu yang diturunkan dari kartu yang masih dipegang) dan meletakkannya disebelah kanan.
Ini dilakukan seperti di atas berulang sampai 3 buah kartu. Sehingga ada 3 lembar kartu yang terbuka disebelah kiri, ada setumpuk kartu disebelah kanan dan masih ada tersisa setumpuk kartu ditangan bapak tersebut.

Kenudian bapak itu berkata, nah kalian (anak-anak), jika kalian melakukan ini ditempat tersembunyi yang bapak tidak melihatnya, maka bapak akan dapat mengetahui jumlah 3 lembar kartu yang terbuka tersebut. Tapi kalian harus membawa sisa kartu yang kalian pegang kepada bapak, sebab kartu ini akan bapak gosokkan dengan batu cincin yang bapak pakai dan batu cincin itu akan mengatakan kepada bapak jumlah dari 3 lembar kartu yang terbuka tersebut.

Pada saat itu anak-anak tertawa, karena tidak percaya. Tapi kemudian anak-anak tersebut menjadi bimbang antara percaya dan tidak percaya karena bapak tersebut selalu dapat menebak dengan benar. Makin lama anak-anak tersebut menjadi sebahagian percaya dan malah setiap kali bapak tersebut menggosokkan sisa kartu tadi dengan batu cincinnya dan kemudian mengatakan jumlah angkanya, anak-anak yang percaya menempelkan telinganya kepada batu cincin si bapak dan mengiyakan bahwa batu tersebut sudah mengatakan jumlah angkanya. Sebahagian anak-anak mengatakan, bapak tersebut orang sakti.

Dan ini sudah dilakukan beberapa hari oleh bapak tersebut, jika bapak tersebut mampir dan melihat anak-anak. Tapi ada seorang anak, sebut saja namanya hikmat, dia tetap mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh bapak tersebut, bahwa batu cincinnya bisa berbicara adalah tahayul. Karena jika telinganya didekatkan dengan batu cincin si bapak, dia tidak mendengar suara apapun.

Lalu bagaimana si hikmat tersebut dapat mengatakan bahwa itu adalah tahayul, sedangkan teman-temannya mengatakan itu bukan tahayul dan mempercayainya.

Pada suatu hari dia membeli kartu remi, kemudian dia masuk kedalam kamarnya dan sendiri dia berada dalam kamar tersebut. Kemudian dia mencoba permainan yang diajarkan oleh bapak tersebut.

Dia mengocok kartu, mengambil dan membuka satu lembar kartu pertama dan meletakkan disebelah kiri dan angka yang muncul adalah 2, kemudian dia menurunkan 8 lembar kartu dari kartu yang dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan.
Dia mengambil dan membuka satu lembar kartu kedua dan meletakkan disebelah kiri dan angka yang muncul adalah 5, kemudian dia menurunkan 5 lembar kartu dari kartu yang dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan.
Dia mengambil dan membuka kartu terakhir yaitu satu lembar kartu ketiga dan meletakkan disebelah kiri dan angkanya adalah 7, kemudian dia menurunkan 3 lembar kartu dari kartu yang masih dipegangnya dan meletakkannya disebelah kanan.
Kemudian sisa kartu yang biasanya diberikan kepada bapak itu untuk digosokkan dengan batu cincinnya sehingga batu cincin itu dapat berbicara, dia hitung jumlahnya adalah 37. Kemudian dia catat dalam kertas: jumlah angka 14, sisa kartu 37.

Dia kumpulkan kembali kartunya dan dikocok lagi, kemudian dihitung lagi, kemudian mencatat hasilnya dan ini dia lakukan sampai lima kali.

Kemudian dia membaca hasilnya.

1. Jumlah angka 14, sisa kartu 37
2. Jumlah angka 12, sisa kartu 35
3. Jumlah angka 6, sisa kartu 29
4. Jumlah angka 3, sisa kartu 26
5. Jumlah angka 10, sisa kartu 33

Kemudian dia mencoba mencari selisihnya.

1. selisih 23
2. selisih 23
3. selisih 23
4. selisih 23
5. selisih 23

Dia penasaran dan mencobanya lagi, dan hasilnya sama yaitu selalu selisih 23.

Akhirnya dia berkesimpulan, bapak tersebut dapat menebak dengan tepat bukan dari batu cincinnya yang bisa bicara, tapi dari sisa kartu yang dipegang bapak tersebut dan dikurangi 23 akan menghasilkan jumlah angka dari 3 lembar kartu tersebut.

Total seluruh kartu adalah 56. Keesokan harinya dia menceritakan apa yang telah dia lakukan kepada teman-temannya, dan teman-temannya menjadi berbalik dan mengatakan bahwa bapak itu tahayul.

Disini dapat kita lihat bahwa si hikmat telah menggunakan

1. Iman (tidak percaya, batu bisa bicara),
2. Indera (dia tidak mendengar sepatah katapun dari batu tersebut) dan
3. Akalnya (selisih angka 23, sehingga kartu tersebut selalu dapat ditebak)

untuk dapat membuktikan bahwa apa yang dikatakan seorang bapak tersebut adalah tahayul.
Ternyata permainan ini dapat dilakukan dengan selisih yang berbeda, jika total seluruh kartu minimal 27 lembar kartu.

Pergunakanlah selalu, Indera, Akal dan Iman kita untuk dapat mengungkapkan kejadian-kejadian yang sering terjadi akhir-akhir ini.


F. Kusumba
Email: fkusumba@telkom.net

sumber : http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Cerita&table=isi&id=962&next=0

Nasi tanpa lauk



Bejo menyinggahi warteg yang dindingnya hampir lapuk dan bermaksud memesan makanan.
“Bu, pesan nasi sebungkus + kuah sayur ya.”
Ibu : “Itu aja nak? Lauknya apa?”
“mmm.. Ga usah pake lauk bu.” Jawab Bejo pelan.

Ibu penjual warteg dan suaminya saling berpandangan sejenak, lalu menuruti keinginan Bejo.
Besoknya, Bejo dtg lagi memesan nasi dan kuah tanpa lauk.
Ibu warteg bertanya kenapa dia tdk pernah memesan lauk utk campuran nasinya.
Bejo menjawab : “Iya Bu, duit saya cuma cukup segitu. Saya nge kost disini, sambil kuliah di univ xxx jurusan Teknik Sipil. Nanti kalau bulan muda saya beli nasi campur lauk deh bu. Hehehe.”
Ibu setengah baya ini terdiam, dia bermaksud membungkus makanan Bejo sambil menyelipkan ayam goreng dlm bungkusan. Ada iba dlm hati Ibu dan Bapak yg setengah baya ini.
Besoknya Bejo dtg lagi mengucapkan terimakasih, dan begitulah kejadian berlalu, hampir 3kali seminggu sang Ibu warteg yang murah hati itu menyelipkan lauk di pesanan Bejo tanpa harus membayar.
Enam bulan berlalu bahkan bertahun-tahun, ternyata Bejo sudah tak pernah lagi mengunjungi warteg tersebut.
Mungkin Bejo sudah tamat kuliah. Ibu dan Bapak penjual warteg pun sudah tidak berjualan lagi, mereka hanya tinggal di rumah tua yang sudah usang itu dan hanya berharap bantuan dari anak mereka yang disekolahkan diluar kota.
Kadang sesekali si Bapak mengingat Bejo si pembeli nasi dan kuah itu dan bertanya pada istrinya bagaimana kira2 nasibnya. Tapi mereka tidaklah tau.
Suatu hari ada seorang pemuda mendatangi rumah tersebut, dan meminta Ibu dan Bapak tua ini mendatangi Bos pemuda itu.
Ibu dan Bapak heran karena mereka tidak merasa punya anak atau saudara seperti yg dimaksud pemuda itu. Namun mereka menurut saja.
Pemuda itu mengantar Ibu dan Bapak tua ke rumah Bos yang dimaksud pemuda. Ibu dan Bapak tua itu tercengang kaget melihat sosok yang mapan dan berwibawa berdiri didepan mereka, orang yang dikatakan Bos itu memeluk mereka sambil berkata :
“Bu, Pak.. Saya adalah Bejo, pemuda kurus yang dulu sewaktu kuliah suka membeli nasi+kuah diwarteg kalian. Saya sudah menamatkan S2 saya dari luar negeri berkat beasiswa, dan skrg dipercaya mengelola beberapa proyek dibeberapa kota.”
Bejo menambahkan lagi “Terimakasih buat bantuan kalian dulu, yang suka memberi makan gratis pada saya, saya berhutang budi pada Ibu dan Bapak. Kalau tidak keberatan, tinggallah bersama saya karna sesungguhnya sejak kecil saya telah kehilangan ibu, dan setahun yang lalu saya kehilangan ayah saya.”
========
HIKMAH: Jangan mengharap balasan ketika anda membantu seseorang meski pada dasarnya balasan atas kebaikan kita itu pasti ada. Bantulah jika mampu membantu, tak peduli besar atau kecil. Karena sesungguhnya memberi adalah menabung, dimana kita akan menuai apa yang kita perbuat.

Saturday, May 18, 2013

Tips Menjadi Seorang Marketing Yang Handal


Marketing, mungkin ketika Anda membaca ataupun mendengar kata ini langsung terbayang dipikiran bahwa Marketing itu adalah salesman dan ,saleswoman, yang sering Anda lihat dimana pun yang menawarkan produk barang maupun pun jasa dari berbagai macam perusahaan. Marketing adalah ujung tombak yang menjadikan suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Marketing mempunyai tugas utama, yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan yang mempunyai target pasar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan tersebut.

Banyak yang mengatakan bahwa apabila Anda pernah kerja sebagai Marketing disuatu perusahaan, maka Anda akan memiliki lebih besar jiwa semangat juang dalam menghadapi kerasnya kehidupan didunia ini. Marketing saat ini sesungguhnya sudah mulai gencar didunia online, oleh karena itu disebut sebagai Marketing Online. Akan tetapi, prinsip dasarnya pun sama yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan dengan target yang telah ditentukan. 

Berikut beberapa tips untuk menjadi seorang Marketing handal:

1. Kenali market Anda. 
Pada segmen apa Anda ingin memasarkan produk atau jasa tersebut, dan siapa saja yang menjadi sasaran jual Anda. Pastikan Anda menjual produk atau jasa pada orang yang tepat.

2. Have a good appearance. 
Anda tidak pernah tahu dimana dan kapan Anda akan bertemu dengan calon client Anda. Kesan pertama akan terlihat dari penampilan Anda. Berikanlah kesan baik dan meyakinkan ketika target melihat Anda, karena dengan penampilan Anda yang nampak rapih dan meyakinkan maka target Anda akan menilai bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik.
Perluaslah koneksi atau kenalan Anda. Kembangkan sayap Anda, jangan hanya terbatas lingkup kecil saja. Perluas wawasan Anda untuk memasuki dunia yang belum pernah Anda tahu. Semakin banyak koneksi dan wawasan yang Anda miliki maka semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan client baru.

3. Kuasai produk atau jasa yang ditawarkan (product knowledge). 
Bagaimana mungkin Anda menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon client tapi Anda belum menguasai secara penuh mengenai keunggulan, kekurangan, harga, kualitas, target konsumen atau client, dan hal lainnya.
Keluar dari comfort zone. Jangan pernah merasa bahwa yang Anda raih saat ini sudah cukup memuaskan. Anda bekerja dengan target, jika Anda bisa untuk mendapatkan yang lebih maka tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti. Beranikan diri Anda untuk melangkah keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan tantangan baru, misalnya mendapatkan client dari kalangan yang pernah Anda masuki sebelumnya. Hal ini akan menuntut Anda untuk memiliki kemampuan kecepatan beradaptasi.

4. Ciptakan antusiasme dalam diri Anda. 
Menciptakan antusiasme dibutuhkan usaha dan kerja keras, intensionalitas, dan tindakan. Antusiasme adalah tindakan atau aksi bukan hanya sebuah cita-cita. Maka berusahalah untuk mewujudkan apa yang sudah Anda cita-citakan.
Catat testimonial. Client Anda merasa puas dengan produk atau jasa yang Anda jual, catat testimoni dari mereka. Sebuah testimoni sangat berarti sebagai bukti keunggulan produk Anda. Mereka mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda.

5. Bergulat dengan kenyataan. 
Dunia Marketing adalah dunia yang penuh dengan persaingan dalam hal apa pun, oleh karena itu Anda harus memiliki mental yang sangat kuat. Penawaran yang Anda ajukan tidak selalu dapat diterima oleh client. Penolakan merupakan hal yang sudah wajar dalam dunia Marketing, maka dibutuhkan kesabaran dan ketahanan mental yang ekstra. 

Tetap konsisten dalamPekerjaan dan pantang menyerah adalah kunci kesuksesan Anda.

13 RAHASIA MARKETING AMPUH YANG HARUS DIKETAHUI


13 RAHASIA MARKETING AMPUH YANG HARUS DIKETAHUI

Anda seorang juragan(seller)?Yuk belajar 13 Rahasia Marketing yang sangat penting ini.Dengan 13 rahasia ini,agan bisa lebih hebat lagi menjual segala sesuatu lho!Gak percaya?Coba saja..
13 prinsip penjualan (selling) yg wajib dikuasai seller,sales,marketing dan bussinesman.

# SELL YOUR REPUTATION
Ingat,janganlah anda menjual produk anda sebelum anda berhasil menjual REPUTASI anda.
Misalnya ketika anda ingin membeli komputer,hp,tv,laptop dll tentu pertama-tama yg anda pertimbangkan adalah sebuah nama atau yg lebih dikenal dgn sebutan BRAND (merk).
Tentu saja sebuah merk bukan hanya merupakan kumpulan dari sederetan tulisan ataupun logo,namun lebih dari itu. Sebuah merk lebih identik dgn sebuah komitmen dan dedikasi serta tanggung jawab perusahaan kepada berbagai pihak terutama para konsumen.


# KNOW YOUR TARGET
Jangan pernah anda menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menawarkan kepada mereka yg semestinya bukan merupakan target dari produk anda.
Contohnya anda menjual mobil dengan harga milyaran rupiah maka anda akan tahu dan harus tahu kepada siapa menawarkannya.


# MAKING APPOINTMENT
Sebuah transaksi kemungkinan besar tidak akan terjadi sebelum anda berhasil bertemu dengan konsumen dan kemungkinan besar anda anda juga tidak akan bs bertemu dgn konsumen sebelum dibuatkan temu janji,dan tentu saja sebuah temu janji biasanya diawali dengan sebuah telepon/sms terlebih dahulu.
Biasanya warga kaskus seperti ini dikenal dengan istilah COD (cash on delivery).

# LOW BUDGET PROMOTION
Media promosi yg paling murah dan sederhana pada saat ini mungkin adalah sebuah kartu nama,stiker,milis,facebook,twitter dll.
Terutama dalam era informasi ini,peran promosi sangatlah penting bagi seorang tenaga penjual terutama apabila bisa mempraktekkan prinsip yg satu ini.
Contoh dari forum FJB di kaskus,tanpa budget yg besar anda bs mempromosikan produk anda ke warga kaskus lainnya.

# ALL ABOUT RATIO 10:3:1
Adalah ketika seorang seller pempresentasikan produknya kepada 10 konsumen secara terpisah dalam kurun waktu tertentu (misal sebulan) maka bisa di asumsikan bahwa ada 3 konsumen yg tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut.Dan dari 3 konsumen tersebut kemungkinan besar 2 diantaranya akan memilih posisi WAIT n SEE (kalo di kaskus mantau dulu gan ) dan sisanya diprediksi akan menerima penawaran dari anda.
Rasio 10:3:1 ini sering dijumpai dalam asuransi,kredit,maupun MLM.

# LET THEM KNOW
Sebagai seller marketing yang profesionalmaka pertama-tama kepada siapakah anda akan cerita tentang profesi anda dan produk anda ??
Sederhana saja..anda bs sambil ngobrol dalam keadaan santai berbicara ttg penjualan anda disertau kelebihan dan kekurangannya kepada Keluarga,tetangga,teman,komunitas dan khalayak ramai yg blm anda kenal.
Mulailah usaha anda kepada orang2 terdekat/kerabat terdekat utk mengetahui sejauh mana kualitas produk anda.

# WRITE DOWN YOUR SALES PLAN
Setiap sales/seller DIWAJIBKAN membuat sales plan (rencana penjualan).
Misalnya dlm seminggu minimal harus melakukan :
* berapa kali menelepon konsumen
* berapa kali bertemu konsumen
* berapa kali melakukan presentasi
* berapa banyak penambahan daftar nama baru
Hal ini sering dijumpai di sales asuransi,MLM dll.

# BUILD A NETWORK
Sebuah LEAD (daftar nama calon konsumen baru) sangatlah penting bagi seorang tenaga penjual dan salah satu cara memperbanyak lead dengan mengikuti kegiatan seperti menghadiri seminar,bergabung dalam milis,gathering,semua ini sangat membantu utk memperluas Net Work anda.

# FOCUS ON PARETO PRINCIPLE
Vilfredo Pareto mengemukakan Prinsip PARETO atau yg lebih dikenal dengan istilah hukum pareto asumsinya adalah "bahwa dalam total pendapatan anda apabila diperhatikan dgn seksama maka kontribusinya dari konsumen yg jumlahnya hanya sebesar 20% akan memberikan kontribusi sebesar 80% dari total pendaptan anda dan begitu jg sebaliknya".
Pandangan Vilfredo Pareto sampai detik ini masih digunakan dalam hal investasi,sales dan marketing.
Jadi seorang seller harus lebih banyak menghabiskan waktu buat berbicara dgn konsumen yg mayoritas menghuni di kuadran 20% namun menyumbangkan 80% dr total pendapatan anda.
Contoh : dr 10 org mgkin cm 2 org yg rutin menggunakan produk anda.

# DON'T BEG
Alias tidak boleh mengemis / memohon kepada konsumen untuk membeli.
Contoh : dengan adanya target penjualan terkadang sales memohon kepada buyer dengan memberikan cash back (yg dipotong dr komisinya sendiri).
Ini tentu saja akan merusak citra profesi tenaga penjual dan juga menimbulkan persaingan yg tidak sehat antar sesama tenaga penjual.
Namun hal ini sering dilakukan oleh pihak dealer2 kendaraan.

# FIND OUT WHAT CONSUMER EXPEXTATIONS ARE SELL THE SOLUTIONS
Sebenarnya yg dijual seller adaalah SOLUSI.
Contoh : apa yg konsumen beli adalah bukan laptop dengan kecepatan tinggi namun konsumen membeli solusi untuk mempermudah pekerjaan mereka.
Ada konsumen membeli baju bermerk mahal agar bisa mendukung kepercayaan dirinya,untuk menjaga prestise / image nya.

# USING GOLDEN RULE
The Golden Rule : perlakukanlah orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.
Penjabarannya adalah apabila anda tidak suka dipaksa untuk membeli maka hendaklah jangan pernah anda memaksa konsumen anda untuk membeli apa pun yg sedang anda tawarkan.

# BE PROUD AND PROFESSIONAL
Seorang tenaga penjual harus bangga dan profesional atas profesinya.
Sebagai gambaran apabila anda sebagai agen asuransi,berbanggalah karena yg anda tawarkan adalah sebuah solusi perencanaan keuangan,kesehatan,kesejahteraan orang banyak dimasa depan dan anda turut andil dalam kesejahteraan klien anda.