Sunday, March 18, 2012

Apa Itu Gereja ? (1)


Apa itu gereja?
(Kel. 6:7; Ul. 4:20; 1 Pet. 2:9)
Pendahuluan
Pertanyaan mengenai apa itu gereja, umumnya yang timbul dalam pikiran kita adalah gedungnya maupun denominasi. Ketika kita menganggap bahwa gereja itu adalah gedungnya, maka kenyataannya kita memandang gereja sebagai sebuah bangunan. Ketika kita berpikir gereja itu adalah denominasi tertentu, maka sesungguhnya kita menganggap gereja hanyalah sebuah organsasi. Kita tidak bisa memungkiri bahwa disekeliling kita ada begitu banyak bangunan gereja, bahkan terdiri dari berbagai denominsai: Gereja Methodist,  Gereja Anglikan, Gereja Presbyterian, Gereja Lutheran, Gereja Pentakosta, Gereja Independent, Gereja Liberal, dll. Namun apakah itu semua yang dimaksud dengan gereja? Jiakalu gereja itu bukanlah gedung ataupun denominasi, lalu apa yang dimaksud dengan gereja?

Apa itu gereja?
Dalam bahasa Yunani, gedung atau tempat perhimpunan keagamaan disebut Sinagoge. Sedangkan gereja disebut dengan ekklesia. Kata ini berasal dari dua suku kata, yaitu ek (keluar) dan kaleo (memanggil), makna dari ekklesia adalah memanggil keluar. Ini berarti bahwa gereja adalah perorangan maupun sekelompok orang yang dipanggil keluar. Menurut Rasul Petrus, kita dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, kita yang dahulu bukan umat Tuhan, sekarang terpanggil menjadi umat Tuhan. (1 Pet. 2:9-10).

Umumnya pengertian gereja dalam Perjanjian Baru selalu mengaju kepada ekklesia, yaitu menunjuk kepada orangnya. Sesuai dengan lokasi dan luasnya, ekklesia boleh dibagi menjadi dua, yaitu ekklesia local dan ekklesia universal. Ekklesia jenis pertama bisa seperti persekutuan yang diadakan di rumah-rumah (1 kor. 16:19; Rom. 16:5; Kol. 4:15), gereja sekabupaten, sepropinsi, bahkan gereja dalam suatu Negara.  Sedangkan yang dimaksud dengan ekklesia universal itu mencakup semua  orang di dunia yang sudah diselamatkan oleh Kristus atau yang  telah menjadi satu anggota di dalam tubuh Kristus (Ef. 1:22-23).

Siapa Gereja?
Pertama-tama, identitas gereja adalah sebagai umat Tuhan. Kita adalah milik-Nya Tuhan. Bagaimana kita menjadi milik atau umatnya Tuhan? Israel menjadi umat Tuhan berawal dari janji Tuhan kepada Abraham (Kej. 12:1-3) atas dasar janji inilah, kemudian Tuhan mengutus Musa untuk menyelamatkan bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir (Kel. 3:7-8). Dari sini kita bisa melihat bahwa, Tuhan memilih bangsa Israel menjadi umat-Nya bukan karena Israel lebih unggul daripada suku bangsa lainnya ditengah-tengah dunia ini, melainkan semata-mata karena Allah setia pada janji-Nya, yaitu janji-Nya kepada Abraham.

Untuk menjadi umat Tuhan, bangsa israel harus memenuhi persyaratan. Sebelum mereka masuk ke tanah perjanjian, Tuhan kembali membuat satu perjanjian di Gunung Horeb (Ul. 5:1-3), yang isinya adalah 10 Hukum Taurat: 
(1) Jangan ada padamu, Allah lain dihadapan-Ku. 
(2) Jangan membuat patung dan menyembahnya atau melayaninya. 
(3)jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. 
(4) Ingat dan kuduslah hari sabat. 
(5) Hormatilah Ayah dan Ibu. 
(6) Jangan membunuh. 
(7) Jangan Berzinah. 
(8) Jangan mencuri. 
(9) Jangan bersaksi dusta. 
(10) Jangan tamak. (Ul. 5:6-21) 
Kesepuluh Hukum Tuhan ini dapat disimpulkan menjadi dua hukum yang mendasar: mengasihi Tuhan (1-4) dan mengasihi manusia (5-10). 
Menaati sepuluh hukum inilah yang menjadi persyaratan bangsa Israel menjadi umat Tuhan.

Rasul Petrus dan Rasul Paulus telah menempatkan posisi orang yang percaya kepada Yesus sebagai umat Allah (1 Pet. 2:9; 2 Kor. 6:16). Bagi Paulus,bangsa Israel telah gagal menjalankan hidup sebagai umat Tuhan, karena itu Israel yang hurufiah bukan lagi Israel dalam arti sebagai umat Tuhan. Pembenaran oleh iman kepada penebusan Yesus Kristus itulah yang menjadi dasar seluruh umat manusia menjadi Israel secara rohani (baca Rom. 2:. 17 sampai pasal 3) Di dalam iman kepada Yesuslah, kita menjadi keturunan Abraham (baca Gal. 2: 15-21 sampai pasal 3) Dan di dalam Yesuslah janji Tuhan bahwa Abraham akan menjadi berkat bagi semua suku bangsa tergenapi. Karena itu, dasar kita diselamatkan adalah iman kepada Yesus, bukan menurut kewarganegaraan ataupun garis keturunan Yahudi. Baik orang Yahudi maupun suku bangsa lain, asal percaya kepada Yesus, maka akan dibenarkan dan menjadi umat Tuhan. Dan sebagai umat Tuhan kita dituntut untuk hidup mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Karena itu, Marilah kita bersandar kepada Rohkudus, agar dimampukan untuk bisa melakukan Hukum Taurat: hidup mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Ingat: Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (Mat. 5:17). Sehubungan dengan itu, adalah baik jika kita menyadari diri kita sebagai umat Tuhan. Namun jikalau kita tidak mengasihi Tuhan dan manusia, maka identitas itu menjadi identitas yang palsu, sama seperti orang Israel yang tidak percaya kepada Yesus dan menjadi Israel yang palsu. (cgi henry / gmi wesley pekanbaru)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment